Tips Sisihkan Gaji untuk Perawatan dan Beli Kosmetik

0
1947
Tips Sisihkan Gaji untuk Perawatan dan Beli Kosmetik

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengatur keuangan antara wanita dengan pria tentu berbeda. Bagi wanita, tentu ada pos-pos khusus yang bahkan lebih banyak ketimbang pria.

Salah satu pos tersebut adalah soal perawatan diri atau belanja kosmetik. Biar bagaimana pun, komestik dianggap penting bagi kebanyakan wanita.

Lalu, bagaimana cara menyisihkan gaji untuk perawatan dan belanja kosmetik? Simak tips dari blogger dan momfluencer Rahne Putri ini.

1. Sisihkan 5-10 persen

Rahne mengatakan, Anda bisa menyisihkan 5-10 persen dari gaji untuk perawatan maupun belanja kosmetik.

Asal, semua kebutuhan prioritas Anda sudah terpenuhi. Bila belum terpenuhi, utamakanlah prioritas Anda terlebih dahulu, seperti pembayaran KPR, pendidikan anak, atau kebutuhan rumah tangga bagi yang telah menikah.

“Bagi saya yang paling penting prioritas mesti diutamakan dahulu seperti pembayaran KPR, pendidikan anak, dan habis itu saya baru buat beli kosmetik atau perawatan sekitar 5-10 persen,” kata Rahne Putri di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

2. Pintar mengelola

Selain itu, Anda disarankan untuk pintar mengelola pos-pos pengeluaran. Misalnya, bila mengganggu struktur keuangan Anda bulan ini, pembelian kosmetik bisa ditunda ke bulan berikutnya mengingat kosmetik bukanlah kebutuhan prioritas.

Atau setidaknya, kata Rahne, kecilkan pengeluaran lain sehingga pembelian kosmetik dan perawatan kulit bisa terlaksana bulan ini. Pengeluaran yang bisa diperkecil, antara lain, makan di luar atau ubah rencana perjalanan rekreasi keluarga.

“Pokoknya jangan mengganggu struktur keuangan saya untuk pendidikan anak. Kalau perawatan dan kosmetik kan bisa lebih memikirkan kondisi. Kan tidak ada yang tahu ke depan kondisi kita seperti apa. Intinya kewajiban sudah, anak sudah, baru yang lainnya,” ungkap dia.

Lalu, bagaimana bagi milenial yang belum berumah tangga?

Rahne mengatakan, milenial yang belum berkeluarga boleh-boleh saja memuaskan diri-sendiri dari hasil kerja kerasnya. Apalagi, kebutuhan relatif lebih sedikit ketimbang wanita yang telah berkeluarga.

Kendati demikian, milenial juga harus mengalokasikan untuk masa depan atau setidaknya 5-10 tahun ke depan.

“5 sampai 10 tahun seorang single mau ke mana sih? Mungkin bisa ditarik dari situ dulu. Jadi ketika tahu 5 tahun lagi pingin ke mana, kita bisa tahu perencanaannya mesti seperti apa. Jadi lebih ke pintar-pintar mengelola saja selama itu enggak mengganggu keuangan,” tutur Rahne.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here