Sejumlah Pegawai Dishub Mimika Segel Kantor Sendiri

0
1421
Sejumlah Pegawai Dishub Mimika Segel Kantor Sendiri

TIMIKA, KOMPAS.com – Sejumlah pegawai di Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika, Papua, menyegel kantornya sendiri, Senin (21/10/2019).

Penyegelan dilakukan dengan cara menggembok pintu masuk kantor.

Sejumlah pamflet dengan kalimat beragam juga ditempel di pintu tersebut.

Beberapa bertuliskan ‘Copot Plt Kepala Dishub, SPPD terus ke luar daerah’, ‘Ada SK kami kerja’, ‘Kami butuh perhatian’.

Aksi ini terjadi karena para pegawai menilai Plt Kepala Dinas Perhubungan, Yan S Purba tidak memberikan perhatian kepada pegawai honorer menyangkut surat keputusan (SK) mereka.

Ditambah lagi, sejak Januari hingga saat ini, Yan jarang berkantor.

Menurut para pegawai, Yan selalu melaksanakan dinas luar daerah dengan alasan dipanggil Bupati Eltinus Omaleng.

Para pegawai menilai, Yan tidak mengurus SK pegawai honorer.

Padahal, saat ini Pemkab Mimika sedang melakukan verifikasi kepada seluruh tenaga honorer.

“Para pegawai khususnya tenaga honorer melakukan pemalangan, karena menyangkut surat keputusan (SK) honorer,” kata koordinator aksi yang juga Kepala Seksi Lalu Lintas Bidang Perhubungan Darat, Dev R Tatiratu.

“Dengan (Kadishub) sering keluar daerah, maka kami beranggapan bahwa SK itu tidak diurus,” kata Dev.

Masalah lain adalah proyek yang ada di Dishub, di mana dalam setiap penyampaian, Yan selalu mengatakan diambil oleh Bupati.

Untuk itu, terkait masalah proyek ini, para pegawai meminta Bupati mengklarifikasinya, karena diyakini bupati tidak mengintervensi hal tersebut.

“Kami meyakini Bupati tidak akan terlalu mengintervensi sampai ke dalam dinas. Kami minta masalah ini, Bupati melakukan klarifikasi terhadap masalah proyek ini,” ujar Dev.

Menanggapi aksi pegawai ini, Yan mengatakan SK honorer sudah pernah dibawa ke Jakarta untuk ditandatangani oleh Bupati.

Namun, menurut Yan, Bupati menyampaikan akan menandatangani SK di Timika.

“Untuk masalah proyek telah sampaikan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, di mana setiap ada tandatangan SK dengan PPK, harus didokumentasikan untuk menjadi dasar dan bukti,” ujar Yan di hadapan pegawai.

Terkait jarang berkantor, menurut Yan, karena ia memang sedang melaksanakan dinas luar.

“Seperti kemarin, saya dipanggil untuk rapat koordinasi seluruh Kepala Dishub di Jayapura terkait PON. Selanjutnya ke Jakarta terkait hal sama, bersama Bupati dan Wabup,” ujar Yan.

Kemudian, lanjut Yan, pada Selasa pekan lalu ada penyerahan kapal dari Dirjen Perhubungan Laut.

“Jadi saya ke Makassar untuk cek fisik dan melihat pekerjaan baja. Sehingga saya terlambat untuk ke Timika. Saya sendiri capek jalan-jalan ke luar daerah. Tidak ada maksud untuk tidak memperhatikan para pegawai,” tutur Yan.

Aksi penyegelan kantor ini berakhir setelah Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menemui pegawai.

Menurut Johannes, masalah ini akibat ketidakpuasan pegawai terhadap Plt Kadishub.

Namun, ia menyayangkan aksi ini dilakukan dengan cara meyegel kantor, yang semestinya tidak boleh dilakukan baik oleh aparatur sipil negara (ASN) atau yang bukan ASN.

“Kami sikapi ini, saya sudah laporkan ke Bapak Bupati dan kami akan menyikapi jalan keluarnya seperti apa. Tapi secara detail, saya mau tahu persis, sebenarnya masalah apa yang terjadi. Apa karena pegawai atau pimpinannya yang tidak becus,” kata Johannes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here