Sebanyak 61 Pendaki Sempat Terjebak Kebakaran Hutan Gunung Rinjani

0
1342
Sebanyak 61 Pendaki Sempat Terjebak Kebakaran Hutan Gunung Rinjani

MATARAM, KOMPAS.com – Sebanyak 61 pendaki masih berada di Gunung Rinjani saat kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Balai TN Gunung Rinjani mencatat, Sabtu (19/10/2019) di jalur pendakian Senaru tercatat ada 75 orang melakukan pendakian. Namun, yang turun sebanyak 72 orang pada hari itu.

Sementara tiga pendaki sisanya turun pada Minggu (20/10/2019).

Hingga Minggu malam, jalur pendakian Senaru sudah dinyatakan clear dari para pendaki.

Sementara di jalur pendakian Sembalun hingga Minggu malam masih terdapat 29 orang pendaki, di antaranya 25 pendaki WN asing dan 4 pendaki lokal.

Di jalur pendakian Aiq Berik, terdapat 22 pendaki, di jalur pendakian Timbanuh terdapat 10 orang pendaki.

Total sebanyak 61 pendaki masih berada di Rinjani hingga Minggu malam.

“Info dari kepala resort, camp area Sembalun aman karena cukup luas dan tidak ada bahan bakarnya. Untuk jalur selatan masih aman (jalur) Aikberik dan Timbanuh,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, Minggu.

Sebelumnya, seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditutup karena kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Balai TN Gunung Rinjani memutuskan untuk melakukan penutupan pada semua jalur pendakian Gunung Rinjani, terhitung mulai tanggal 20 Oktober 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Jalur yang ditutup meliputi jalur pendakian Senaru, Sembalun, Timbanuh, dan Aik Berik.

Dedy mengatakan, penutupan dilakukan guna memaksimalkan penanganan kebakaran, serta memastikan jalur pendakian aman dari kebakaran serta menjaga keselamatan para pendaki.

Akibat kebakaran hutan tersebut, seluruh aktivitas pelayanan registrasi pendakian pada semua jalur pendakian dihentikan.

BTNGR juga mengimbau kepada pengunjung agar mencari titik aman dan segera meninggalkan lokasi Pelawangan Sembalun.

Luas areal kebakaran hutan di wilayah Senaru dan Sembalun yang terjadi dari tanggal 19 Oktober 2019 sampai 20 Oktober 2019 diperkirakan seluas 2.557 hektar.

Sesuai pantauan dari aplikasi LAPAN, hingga tanggal 20 Oktober 2019 diketahui terdapat 36 titik hotspot di kawasan TN Gunung Rinjani dan arah sebaran kebakaran menuju barat selatan Gunung Rinjani.

Sementara itu, hingga Senin (21/10/2019) proses pemadaman api di kawasan TNGR masih terus dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here