Samsung Belum Berbekal Teknologi Reverse Charging di Kelas Menengah

0
1717
Samsung Belum Berbekal Teknologi Reverse Charging di Kelas Menengah

Jakarta: Baterai menjadi salah satu spesifikasi yang menjadi poin utama penentu keputusan konsumen dalam membeli perangkat, tidak terkecuali smartphone. Menyadari hal ini, Samsung tidak luput membekali ponsel karyanya dengan dukungan baterai berkapasitas besar.

Demikian juga pada Galaxy M30s yang baru saja dirilis Samsung di Indonesia. Tidak main-main, Samsung membekali ponsel ini dengan kapasitas baterai terbesar di lini perangkat karyanya, yaitu 6.000 mAh. Sayangnya, berbekal teknologi fast charging, Galaxy M30s tidak berbekal teknologi reverse charging.

“Galaxy M30s ini kami tujukan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi dan harus terus terhubung karena aktivitas sehari-hari mereka ga bisa lepas dari ponsel. Jadi reverse charging belum kita hadirkan di sini,” ujar irfan.

Irfan juga menjelaskan bahwa fitur reverse charging belum menjadi kebutuhan dari konsumen kelas menengah, yang saat ini juga didominasi oleh kaum muda yang aktif bergerak dan berpindah lokasi, sehingga kesulitan menemukan lokasi pengisian daya baterai secepatnya.

Sementara itu, sambung Irfan, kebutuhan target konsumen kelas menengah akan daya tahan baterai bertolak belakang dengan reverse charging, yang berpeluang mengorbankan daya baterai perangkat tersebut. Sehingga Samsung lebih mengutamakan pembekalan teknologi fast charging pada perangkat kelas menengah karyanya.

Sebagai informasi, reverse charging pertama kali diperkenalkan Samsung pada lini perangkat unggulannya, yaitu Galaxy S10. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi daya baterai ponsel dengan perangkat lain yang juga mendukung fitur pengisian daya nirkabel bersertifikasi Qi.

Samsung Galaxy M30s juga merupakan versi pembaruan dari generasi pendahulunya yaitu Galaxy M30.

Sisipan huruf S kecil pada nama perangkat ini menjadi penanda bahwa ponsel ini sebagai versi pembaruan. Strategi ini disebut Samsung dapat membantu konsumen membedakan tiap generasi secara lebih mudah.

Belum mengetahui strategi di tahun 2020, Irfan menyebut setidaknya hingga akhir tahun 2019 ini, Samsung akan terfokus dalam menghadirkan perangkat versi pembaruan dengan sematan huruf S kecil pada pertengahan hingga akhir tahun. Sedangkan awal tahun tetap difokuskan Samsung sebagai waktu peluncuran perangkat unggulannya.

Layaknya teknologi reverse charging yang belum akan hadir pada perangkat menengah bawah dalam waktu dekat, Samsung juga menyebut penambahan huruf S kecil pada nama perangkat sebagai penanda versi pembaruan juga belum akan terjadi pada perangkat kelas flagship, dan akan diterapkan pada segmen dengan produksi lebih besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here