Roti Gambang Masuk Dalam Kategori Roti Terbaik Dunia

0
1799
Roti Gambang Masuk Dalam Kategori Roti Terbaik Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com – Roti Gambang masuk dalam daftar 50 roti terbaik dunia versi CNN.com dalam rangka peringatan Hari Roti Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober.

Roti-roti terbaik itu dikurasi oleh chef pastry yang juga merupakan penulis perjalanan dan kuliner, Jen Rose Smith.

Perpaduan gula aren dan kayu manis yang memberikan rasa manis dan aroma khas yang ringan pada Roti Gambang, menjadikan roti ini menjadi roti kuno favorit di toko roti Jakarta.

Nama roti Gambang juga membangkitkan instrumen tradisional asal Jakarta yaitu Gambang Kromong.

Namun untuk resepnya, koki melihat resep di era kolonial karena memang pembuatan roti ini mengadaptasi bahan dan teknik Belanda yang disesuaikan selera lidah lokal.

Roti gambang juga dikenal di Semarang dengan nama Roti Ganjel Rel. Tekstur yang agak alot pada roti ini disinyalir bermanfaat bagi pencernaan. Roti ini ada yang berbentuk kotak dan bulat serta bertabur wijen di atasnya.

Roti bercita rasa kayu manis ini memiliki tekstur yang keras dan padat dipadu dengan aroma cokelat serta kayu manis yang mampu menendang lidah.

Oleh karena tekstur uletnya, memakan dua potong saja sudah cukup membuat perut kenyang.

Pada tradisi menjelang Ramadhan atau perayaan Dugderan, roti ini juga menjadi rebutan masyarakat di Semarang.

Masyarakat percaya bahwa roti ini mampu memperkuat diri ketika menjalankan ibadah puasa.

Selain Roti Gambang, terdapat 49 roti dari berbagai negara yang masuk dalam daftar 50 roti terbaik dunia.

Smith mengatakan daftar roti terbaik di dunia ini mencerminkan keberagaman. Bersama dengan citarasa yang tak terlupakan, daftar roti terbaik ini dipilih karena bahannya yang unik, status ikonik, dan kesederhanaan dalam menyantap roti.

Smith sendiri telah melanglang buana keliling dunia mulai dari gunung hingga padang pasir. Ia menuliskan perjalanannya di berbagai media seperti National Geographic.

Roti-roti terbaik di dunia versi CNN lainnya seperti adalah Bolani dari Afganistan. Sementara, di urutan ke-50 ada roti malawach dari Yaman.

Sejarahwan roti Willain Rubel seperti dikutip dari CNN.com, beragumen bahwa membuat definisi yang kaku terhadap roti merupakan hal yang sia-sia.

“Roti pada dasarnya apa yang dikatakan budaya Anda, tidak harus terbuat dari tepung jenis tertentu,” kata William yang merupakan penulis buku “Bread: A Global History”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here