Pemadaman di Gunung Arjuno Alami Kesulitan di Karenakan Angin Kencang

0
723
Pemadaman di Gunung Arjuno Alami Kesulitan di Karenakan Angin Kencang

Surabaya: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut angin kencang di kawasan Gunung Arjuno-Gunung Welirang, Jawa Timur, menganggu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah tersebut.

“Perubahan udara menyebabkan guncangan helikopter jenis MI-8 yang akhirnya kembali ke landasan di Lanud TNI AU Abdul Rahman Saleh Malang, Jatim,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo di Surabaya, Senin malam, 21 Oktober 2019.

Agus menjelaskan gerakan udara tidak beraturan (Turbulensi) di ketinggian daerah itu cukup kencang sehingga membahayakan pemadaman di beberapa titik yang telah diidentifikasi, yakni di kawasan Maha Pena, Watu Bagong dan Curah Sriti.

Data BNPB per 21 Oktober 2019 pukul 16.00 WIB, karhutla teridentifikasi di Gunung Ungaran, Cikuray, dan Ringgit, lalu karhutla yang telah padam yaitu di Gunung Malabar, Merapi dan Andong.

“Data BNPB juga mencatat 328.722 hektare luas lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia dari Januari hingga Agustus 2019,” jelas Agus.

Senada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tim pemadam kesulitan memadamkan Gunung Arjuno Malang. Topografi area kebakaran di Gunung Arjuno yang terjal menjadi alasan kesulitan petugas.

“Cukup sulit, karena terjalnya mencapai 70 derajat. Sementara dukungan helikopter dari BNPB untuk water bombing hanya satu unit saja,” kata Khofifah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here