Makan Soto Ikan Khas Pantai Kukup Yogyakarta

0
1633
Makan Soto Ikan Khas Pantai Kukup Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Berkunjung ke Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tak ada salahnya mencoba kuliner uniknya.

Soto ikan di pantai ini jarang ditemui di daerah lainnya. Sebab, soto biasanya identik dengan daging ayam dan sapi.

Tak berbeda dengan soto pada umumnya, soto ini berisi kol, kecambah, bihun, serta ada pula bulat-bulat seperti bakso tidak beraturan. Itulah olahan daging ikan. Kuahnya kekuningan mirip soto ayam.

“Kuahnya dibanyakin jahenya untuk mengurangi bau amis,” kata Pengurus Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pantai Kukup, Sukini saat ditemui di lomba memasak di Telaga Jonge Desa Pajarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul Jumat (27/9/2019).

Sukini menjelaskan untuk kuah bumbunya tidak jauh berbeda dengan soto pada umumnya. Untuk menikmatinya bisa menambahkan kecap, sambal, dan air jeruk nipis.

Ikan kakap atau tenggiri diambil dagingnya untuk diolah sebagai daging dalam soto. Ikan tenggiri atau kakap dipisahkan dari durinya, daging ikan tersebut lalu dihaluskan dan diberi sedikit tepung maizena.

Setelah itu daging dibentuk bulat-bulat, sedangkan durinya digunakan untuk membuat kaldu ikan.

“Ikannya khusus tenggiri atau kakap, agar soto lebih segar. Kalau menggunakan ikan tuna rasanya ada kecutnya. Jadi kurang enak,” katanya.

Makanan khas soto ikan laut ini sudah ada sejak tahun 1997. Saat itu sedang ada pelatihan pembuatan makanan laut dan untuk pengembangan makanan lainnya maka dibuatlah soto.

Sukini mengakui penjual soto di kawasan Pantai Kukup hanya ada dua warung. Per porsi dijual dengan harga Rp 25.000 ditambah perkedel ikan dan minuman.

Selain itu, pembeli bisa memesan sehari sebelum datang ke Pantai Kukup, untuk memastikan ketersediaan soto ikan ini. Sebab, saat musim paceklik ikan akan sulit mendapatkan bahan baku.

“Tidak mesti paketan, wisatawan memesan berapa rupiah kami bisa menyajikan tetapi tidak dengan paket minum dan perkedel ikan, jadi disesuaikan dengan uang yang dimiliki,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, pihaknya terus berupaya mengenalkan makanan khas yang dimiliki masyarakat. Salah satunya dengan menggelar lomba kuliner makanan laut.

“Lomba ini untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha wisata yang ada di kabupaten Gunungkidul. Lalu untuk meningkatkan kualitas produk, lalu diharapkan dampat berdampak pada kunjungan wisatawan,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here