Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

0
1738
Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

JAKARTA, KOMPAS.com – Kualitas udara DKI Jakarta pada Selasa (15/10/2019) pagi, masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, berdasarkan informasi dari situs penyedia data polusi udara AirVisual.

Pukul 08.53 WIB, kualitas udara Jakarta berstatus tidak sehat untuk kelompok sensitif, dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 146 dengan konsentrasi parameter PM2.5 54 ug/m3.

Berstatus tidak sehat untuk kelompok sensitif menandakan udara di Jakarta pagi ini tidak terpengaruh untuk warga yang tubuhnya fit.

Namun, untuk warga lanjut usia (lansia), anak-anak, dan penderita gangguan pernafasan direkomendasikan memakai masker saat beraktifitas pagi ini.

Dengan status tersebut, DKI Jakarta menempati peringkat ke-8 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di antara kota-kota besar lainnya di dunia.

Jakarta di bawah Kota Milan di Italia yang menempati peringkat ketujuh, kemudian peringkat enam Kota Kolkata di India, lalu Kuwait City di Kuwait di posisi kelima, Kota Dhaka di Bangladesh di posisi keempat, Kota Lahore di Pakistan posisi ketiga, Kota Ulaanbaatar di Mongolia posisi kedua, dan Kota New Delhi, di India di posisi pertama.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI (air quality index).

Kendati demikian, kualitas udara di Jakarta pagi ini masih lebih baik daripada Bekasi dengan US AQI 166 dan masuk kategori tidak sehat untuk semua kalangan.

Selain itu, udara Jakarta juga masih lebih baik dari Kota Depok yang pagi ini US AQI-nya 154 dan juga berstatus tidak sehat.

Untuk warga Bekasi, dan Depok juga direkomendasikan mengurangi kegiatan luar ruangan. Warga yang beraktivitas di luar ruang diimbau untuk mengenakan masker guna menangkal polusi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here