Ini Dia Keunikan Sate Maranggi Cianjur

0
1742
Ini Dia Keunikan Sate Maranggi Cianjur

CIANJUR, KOMPAS.com – Sate biasanya dihidangankan dengan nasi putih atau lontong. Berbeda dengan sate-sate daerah lain, orang Cianjur punya cara sendiri untuk menikmati sate sapi.

Sate yang kerap disebut sate maranggi ini dihidangkan bersama ketan dan nasi uduk. Salah satu penjual sate maranggi yang berada di Cianjur adalah Sate Maranggi Ma Nunung.

Sate ini berlokasi di Jalan K. H. Ashari Nomor 13, Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 1981.

“Sudah dari tahun 1981, ini yang jual dan yang melayani cucu-cucu dari Ma Nunung,” jelas Sandi, cucu dari Ma Nunung saat ditemui di warung sate maranggi Ma Nunung, Cianjur, Selasa (8/10/2019).

Warung sate yang sudah melewati tiga generasi ini masih menjadi destinasi kuliner bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar kota Cianjur seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Uniknya, sate ini menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar. Agak susah menemukan sate sapi di Jakarta. Jadi kalau kamu dari Jakarta, wajib mencoba sate ini saat mampir ke Cianjur

Daging sapi diiris kotak-kotak dengan ukuran kecil lalu dibumbui dengan cuka, kecap, dan ketumbar. Sate yang telah dibumbui lalu dibakar di atas bakaran yang berada di depan warung.

Pelanggan yang datang dapat melihat proses membakar sate. Bukan hanya sate yang dibakar, tetapi juga ketan. Ketan disajikan sebagai pengganti nasi atau lontong.

Rasa yang dihadirkan dari sate sangat nikmat. Perpaduan dari rasa ketumbar yang begitu mendominan dan kecap manis, menjadikan sate ini memiliki cita rasa manis dan gurih.

Ketan bakar sebagai pendamping sate memiliki tekstur yang padat tetapi sedikit lembek. Juga ada sensasi garing terbakar di sisi luarnya. Ada selintasan rasa gurih pada ketan.

Selain dengan ketan, sate maranggi biasanya disantap bersamaan dengan nasi uduk. Namun, nasi uduk yang dimaksud adalah nasi kuning yang memiliki rasa gurih.

Menikmati sate maranggi dengan nasi uduk atau ketan memiliki cita rasa yang sama, tetapi sensasi memakannya yang berbeda.

Jika pilihan jatuh pada ketan, maka ketan dapat dimakan dengan cara mencuil sedikit demi sedikit. Lalu disuap besama sate. Ada dua jenis sate yang ditawarkan, satu daging saja dan daging beserta lemak.

Para cucu dari Ma Nunung, sigap melayani pengunjungnya dan memberikan teh hangat sebagai minuman yang pas dengan cuaca Cianjur yang dingin. Jika menyantap sate maranggi, jangan lupa untuk menikmatinya dengan sambel oncom.

“Kalau dimakan dengan ketan, nasi kuning, dan sambel oncom memang itu ciri khas dari Cianjur, karena itu yang membedakan dengan daerah lainnya,” papar Sandi sambil membakar sate.

Bila kamu ingin berkunjung dan menikmari sate maranggi, siapkan uang sebesar Rp 25.000 untuk 10 tusuk sate dan Rp 15.000 untuk 5 tusuk sate. Jika ingin menambang ketan dan nasi uduk dikenakan biaya Rp 3.000.

Sate maranggi Ma Nunung buka pada jam 07.00 sampai jam 23.00 WIB. Sate maranggi Ma Nunung dapat dikunjungi di jalan K. H. Ashari No.13, Solokpandan, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here