Indonesia Belajar dari Singapura Waspadai Serangan Drone

0
1248
Indonesia Belajar dari Singapura Waspadai Serangan Drone

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, meminta semua pihak ikut terlibat dalam perkembangan drone di Indonesia. Namun, Polana mengakui ada sisi negatif dari kehadiran drone yang patut diwaspadai.

Polana mencontohkan saat ada gangguan drone di Singapura, yang membuat Bandara Changi harus tutup. Polana mengharapkan bandara-bandara besar di Indonesia seperti Soekarno-Hatta agar tetap memperhatikan risiko adanya drone.

“Dari bandara juga mengantisipasi karena beberapa waktu lalu juga ada serangan drone di Singapura kemudian ya itu juga menjadi salah satu perhatian kita, karena drone selain manfaatnya banyak tapi juga ada hal-hal yang perlu kita pertimbangkan terutama aspek keamanan,” kata Polana di Hotel Morissey, Jakarta, Selasa (22/10).

Polana belum mendetailkan ancaman apa saja yang mungkin harus dihadapi dari keberadaan drone. Namun, ia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir karena pihaknya juga telah mengantisipasi dengan adanya kejelasan regulasi. Ia memastikan tidak sembarang orang bisa menerbangkan drone.

“Jadi masyarakat harus tahu menerbangkan drone itu harus mempunyai izin,” ujar Polana.

Polana mengakui masih ada masyarakat yang seenaknya menerbangkan drone. Ia memastikan pihaknya akan memberi sanksi kalau penerbangan tersebut tidak mempunyai izin seperti yang beberapa waktu lalu terjadi di Bali.

Lebih lanjut, Polana merasa ke depannya drone bisa saja menjadi sarana transportasi udara yang patut diperhitungkan. Apalagi, kata Polana, lokasi Indonesia yang terpisah antara pulau-pulau bisa membuat drone menjadi solusi.

“Drone itu ke depannya pasti akan makin berkembang dan semakin menjadi satu pilihan untuk terutama di Indonesia yang luas dan banyak pulau-pulau kecil terluar dimana transportasi udara barangkali belum terjangkau. Nah ini menjadi alternatif,” tutur Polana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here