Google Diminta untuk Selalu Mencari Hal Baru

0
1711
Google Diminta untuk Selalu Mencari Hal Baru

JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap hari, Google mengklaim ada miliaran orang melakukan pencarian di Google Search. Tidak hanya informasi umum yang dicari, pengguna juga rajin mencari sesuatu yang belum pernah dicari sebelumnya.

“Setiap hari, 15 persen pencarian adalah pencarian baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” ungkap Danny Sullivan, Search Liaison Google dalam sebuah acara temu media di kantor Google Indonesia, Selasa (29/10/2019).

Semua pencarian tersebut diketik dalam berbagai bahasa dari seluruh dunia. Informasi baru yang dicari misalnya isu-isu baru yang sedang ramai diperbincangkan. Danny mengatakan memang belum ada sistem super canggih untuk mengantisipasi pencarian-pencarian baru.

“Karena hal itu belum terjadi kami tidak bisa mengantisipasi. Tapi yang pasti kami mencoba memberikan hasil pencarian yang lebih baik,” ujarnya.

Google, kata Danny, terus melakukan pengembangan sistem untuk meningkatkan hasil penelusuran. Semua perubahan sistem dilakukan melalui proses evaluasi percobaan yang ketat.

Misalnya, Google melakukan 595.429 percobaan kualitas pencarian, 15.096 percobaan live traffic, dan beberapa percobaan lain. Google juga memperbarui algoritma untuk menyaring hasil pencarian berkualitas rendah atau berisi informasi yang menyesatkan.

Dalam kesempatan yang sama, Danny juga memperkenalkan sistem baru Google bernama BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers). Sistem ini dijanjikan bisa memberikan hasil pencarian lebih spesifik dan relevan.

BERT menggunakan teknik open source berbasis jaringan neural untuk pelatihan awal natural language processing (NLP). Sederhananya, BERT akan lebih bisa memahami semua kata yang dimasukan ke dalam kolom pencarian.

Ia akan menghubungkan keterkaitan antar kata untuk memberikan hasil pencarian yang lebih spesifik. BERT merupakan peningkatan dari machine learning Google Search selama ini yang baru bisa memahami kata-kata kunci yang dianggap unik saja.

Sistem BERT sudah dikembangkan tahun lalu dan diluncurkan secara global pekan ini. Sayangnya, BERT baru bisa memahami bahasa Inggris versi Amerika untuk sekarang. Danny menjanjikan akan menambah bahasa lain dalam waktu dekat, termasuk Bahasa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here