Edy Rahmayadi Tegur Peternak untuk Tidak Buang Bangkai Babi di Sungai

0
1936
Edy Rahmayadi Tegur Peternak untuk Tidak Buang Bangkai Babi di Sungai

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara soal bangkai babi yang mati terkena virus hog cholera (kolera babi) dan mencemari Sungai Bederah, Medan.

Edy Rahmayadi mengingatkan masyarakat, khususnya peternak, agar tidak membuang bangkai babi ke sungai. Masyarakat juga harus paham bahaya ke kesehatan dai bakteri bangkai babi yang dibuang.

“Untuk itu, saya akan mengeluarkan surat kepada masyarakat. Bukan hanya babi, tetapi seluruh sampah tidak boleh (dibuang) melalui sungai. Sungai harus bersih,” ujar Edy kepada wartawan, Kamis (7/11).

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada pembuang babi, Edy masih memilih fokus pada cara-cara persuasif.

Namun, bila aksi ini masih terjadi, Edy berencana membuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang berisikan sanksi kepada pembuang sampah, termasuk hewan mati, yang dapat berdampak pada pencemaran lingkungan.

“Setelah nanti dikeluarkan Pergub baru nanti diberikan sanksi. Ini kan belum ada, kalau masih bisa kita ingatkan, mengapa kita berikan sanksi,” kata Edy.

Terkait fenomena banyaknya babi yang dibuang akibat terkena wabah hog cholera, hingga kini Edy masih menunggu bantuan vaksin dari pemerintah pusat. Menurutnya, saat ini vaksin-vaksin tersebut masih dalam perjalanan ke wilayah-wilayah, khususnya peternakan.

“Kita akan dibantu, ditangani sifatnya masih nasional dan (saat) ini sedang dibantu (pemerintah pusat). Eggak sampai internasional. Mudah-mudahan (bisa teratasi),” tutup Edy Rahmayadi.

Beberapa hari terakhir, ratusan bangkai babi ditemukan mengambang memenuhi Sungai Bederah, Kota Medan. Babi-babi yang mati karena hog cholera itu sengaja dibuang oleh peternak ke sungai karena malas untuk menguburnya.

Rencananya, bangkai-bangkai ini akan diangkat dan dikuburkan massal. Namun, rencana itu batal karena bangkai babi hancur saat akan diangkat petugas. Tim pengangkut juga tak sanggup menghorup bau bangkai yang menyengat.

“Tidak memungkinkan lagi, bau sekali, saat diangkat bangkainya, hancur nggak mungkin diangkat lagi, itu,” ujar Kabag Humas Pemkot Medan, Arrahman Pane, Rabu (6/11).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here