Cara Tepat Atur Biaya Kuliah dengan Uang Pinjaman Bank

0
1168
Cara Tepat Atur Biaya Kuliah dengan Uang Pinjaman Bank

Biaya kuliah dari tahun ke tahun selalu naik. Kebutuhan untuk menyelesaikan studi per semesternya pun bisa meningkat.

Tak jarang, uang yang diberikan orang tua sudah habis duluan sebelum akhir semester tiba. Atau, bagi kamu yang kuliah sambil bekerja juga tetap tak bisa menjaga biaya kuliah hingga berujung meminjam uang ke bank.

Dilansir dari Guardian, menurut penelitian oleh Campus Living Village, lebih dari setengah mahasiswa kehabisan uang pada akhir semester. Studi yang sama terhadap 2.000 orang juga mengungkapkan bahwa hampir seperempat berjuang untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok selama waktu itu.

Desakan itu membuat mereka mengambil jalan pintas mencari pinjaman khusus mahasiswa ke bank bahkan hingga nekat bermain judi atau lotre.

“Ini berbahaya karena pemberi pinjaman berbiaya tinggi dapat menargetkan siswa pada periode sebelum pinjaman berikutnya tiba,” kata Wakil Presiden untuk Kesejahteraan di National Union of Students (NUS) Eva Crossan Jory dikutip Senin (7/10).

Lalu bagaimana mengatur uang dari pinjaman bank untuk biaya kuliah?

Pertama, ketika uang pinjaman masuk, segera bikin anggaran. Eesha Mohindra, analis uang senior di Money Saving Expert, mengatakan kesalahan umum yang kerap dibuat mahasiswa saat uang masuk ke rekening adalah langsung menggunakannya tanpa membuat perencanaan terlebih dulu.

“Padahal uang itu perlu bertahan sampai angsuran Anda berikutnya, jadi belanjakan dengan bijak,” kata dia.

Untuk melakukan ini, tambahkan berapa banyak uang yang Anda miliki, lalu alokasikan secara realistis berapa yang harus Anda keluarkan seperti membayar sewa tempat tinggal, biaya perjalanan, pakaian, makanan, dan kegiatan sosial.

Kedua adalah bayar tagihan yang prioritas. Anda dapat membuat anggaran lebih realistis jika langsung membayar tagihan besar. Bayar tagihan tersebut di awal semester, atau setidaknya awal setiap bulan, karena saat itulah saldo bank Anda akan ditambahkan dari pembayaran pinjaman mahasiswa.

“Setelah tagihan besar Anda dibayarkan, Anda akan tahu apa yang tersisa untuk hal-hal lain, seperti pakaian dan bersosialisasi,” kata Mohindra.

Lalu yang ketiga adalah ambil uang tunai atau gunakan kartu prabayar. Ini untuk menekan pengeluaran sehingga Anda cukup ambil beberapa uang secara tunai untuk keperluan selama seminggu. Selain itu bisa juga menggunakan kartu prabayar untuk kebutuhan lainnya untuk memantau pengeluaran.

“Lebih mudah untuk mengelola dan mempertahankan uang Anda dengan cara itu,” kata Gareth Pearse, Wakil Ketua Komunikasi untuk National Association of Student Money Advisors (Nasma) dan koordinator dukungan mahasiswa di Bath Spa University.

Keempat, membeli makanan dalam jumlah besar dan masak bersama teman serumah. Membeli kebutuhan makanan dalam jumlah besar selama seminggu atau sebulan bisa membantu Anda menekan pengeluaran. Belanja seperti ini lebih hemat ketimbang beli makanan sekali jadi.

Selain itu, Anda juga bisa berbagi kebutuhan tersebut dengan teman serumah. Buatlah daftar kebutuhan makanan dan bagi bersama apa yang dibutuhkan, termasuk sharing sabun pencuci piring.

Kelima adalah manfaatkan diskon mahasiswa. Manfaatkan juga berbagai diskon khusus mahasiswa. Di Inggris misalnya ada kartu yang diperuntukkan bagi mahasiswa seperti membeli buku hingga makanan yang harganya lebih murah dibandingkan orang lain.

Kartu tersebut biasanya memiliki limit selama setahun. Jangan lupa, sebelum berbelanja, tanya lebih dulu berapa diskon yang didapat kepada penjual toko.

Terakhir, minta bantuan kampus. Mohindra mengatakan, jika dalam perjalannya Anda kesulitan mengatur keuangan kuliah dari pinjaman yang ditawarkan, bisa memberi tahu kampus. Sebab, sebagian besar universitas memiliki dana kesulitan dan opsi darurat yang tersedia jika Anda kesulitan keuangan.

“Ada tempat-tempat yang bisa Anda putar dan cara untuk mencari bantuan,” kata Mohindra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here