Bos Apple Sumbang Dana untuk Bantu Subsidi Rumah

0
800
Bos Apple Sumbang Dana untuk Bantu Subsidi Rumah

NEW YORK, KOMPAS.com – Bos perusahaan teknologi Apple, Tim Cook menyumbang 2,5 miliar dollar AS untuk mengatasi krisis perumahan yang terjadi di kawasan Bay Area yang berada di wilayah Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Dalam keterangannya, Cook menyebut bahwa dana 2,5 miliar dollar AS tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen Apple membangun kawasan dimana perusahaan-perusahaan Apple dibangun.

“Sebelum dunia tahu nama Silicon Valley, dan jauh sebelumnya kami sudah membawa teknologi kami disana. Apple menyebut daerah ini sebagai rumah dan kami merasakan tanggung jawab sosial yang mendalam untuk memastikan kawasan tersebut tetap menjadi tempat yang hidup di mana orang dapat tinggal, memiliki keluarga, dan berkontribusi,” kata Cook, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (5/11/2019).

Dana yang disumbankan tesebut selanjutnya akan digunakan untuk membangun rumah-rumah dengan harga yang terjangkau di Silicon Valley.

“Perumahan yang terjangkau artinya mencakup stabilitas, peluang dan nilai. Ketika hal-hal ini tidak terjangkau oleh banyak orang, maka jalan yang kita lalui tidak akan berkelanjutan dan Apple berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi,” tambahnya,

Sebelumnya, penduduk setempat Silicon Valley menyebutkan bahwa perkembangan perusahaan-perusahaan teknologi di Bay Area berkontribusi pada keberlangsungan hidup penduduk lokal.

Yang mana harga rumah di kawasan tersebut akan meroket dan menyulitkan penduduk setempat membeli rumah.

Beberapa perusahaan raksasa teknologi seperti Google dan Facebook, sebelumnya sudah menyatakan komitmen mereka untuk membangun perumahan terjangkau di kawasan Bay Area. Google pada Juli 2019 lalu menyumbang 1 miliar dollar AS, menyusul Facebook dengan nominal kontribusi yang sama di Oktober 2019 lalu.

Sebelumnya Apple tidak memiliki kontribusi apapun dalam membangun kawasan di tempat-tempat dimana perusahan Apple dibangun seperti misalkan di Cupertino, California dengan nama perusahaan Apple Park.

Padahal di kawasan tersebut, Apple bertumbuh dan meraih keuntungan yang tidak sedikit sejak awal berdiri di tahun 2017.

Cook mencatat bahwa hampir 30.000 orang meninggalkan San Francisco antara bulan April sampai dengan Juni 2019.

Orang-orang tersebut merupakan para pekerja seperti guru, petugas pemadam kebakaran dan pekerja layanan.

Mereka harus membuat pilihan sulit untuk meninggalkan kawasan tersebut akibat nilai jual rumah yang semakin berdampak atas surplus Apple.

Selain sumbangan 2,5 miliar dollar AS, Apple juga menyumbangkan tanah milik Apple senilai 300 juta dollar AS untuk mendirikan perumahan terjangkau, 150 juta dollar AS untuk untuk dana perumahan khusus bagi perusahaan nirlaba lokal, dan 50 juta dollar AS untuk tuna wisma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here