Berburu Kuliner di Rumah Penyembah Pedas

0
1260
Berburu Kuliner di Rumah Penyembah Pedas

JAKARTA, KOMPAS.COM – Festival Rumah Penyembah Pedas, 2-3 November 2019, berhasil menjadi tempat bagi mereka yang menggilai lidah dan tenggorokan terasa terbakar.

Sejumlah kuliner pun diburu, mulai dari sate padang, nasi kapau, makanan khas Manado, bakso aci, seblak hingga topokki.

Lantas, siapa yang jadi keluar sebagai “juara” paling diburu?

“Yang paling ramai sih Nasi Kapau ya. (Kemudian) Lamang tapai dan makanan Manado,” kata Wakil ketua panitia Rumbasda Blessdy Clementine di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Hal ini jauh dari perkiraan yang semula digadang-gadang paling diburu adalah makanan hits seperti seblak.

Ketika ditelusuri Kompas.com, penjaja kuliner nasi kapau terlihat lebih ramai dari yang lain.

Dengan jejeran piring-piring berisikan makanan khas kapau di atas meja, pemandangan itu pun memang langsung bikin mata kepincut dan perut ‘keroncongan’.

Di atas piring terlihat gulai tunjang, dendeng, keripik, sayur nangka, rendang, ayam, gulai tambusu, dan masih banyak lagi.

Salah seorang pengunjung, Andri, mengungkapkan sengaja menyambangi nasi kapau.

“Lagi pengen aja makan nasi kapau. Biasanya di sekitar rumah saya banyaknya warung nasi padang, susah nyari warung nasi kapau. Kan rasanya beda ya,” ujar Andri.

Nasi kapau dan nasi padang memang berbeda. Walaupun sama-sama dari tanah Sumatera Barat, keduanya punya perbedaan mendasar. Itulah hal yang dicari oleh beberapa pengunjung di Rumbadas.

Salah satu perbedaan mendasar dua kuliner khas Sumatera Barat itu adalah dari cara masak dan rasa makanannya.

Cara masak nasi kapau adalah dengan memasukan semua bahan dasar bumbu dan dicampur langsung dengan santan.

Sementara nasi padang menggoreng bahan dasar lebih dulu dengan minyak baru kemudian dicampur santan.

Selain itu, sayur pelengkapnya pun berbeda satu sama lain. Nasi padang identik dengan sayur nangka dan daun singkong rebus.

Sementara Nasi Kapau punya hidangan gulai kapau, lengkap dengan sayur berbahan dasar nangka, namun diberi beberapa tambahan bahan dasar yaitu kol dan kacang panjang.

Rasa pun lebih ringan dengan kuah kuning yang khas.

“Rasa nasi kapau dan nasi padang itu beda. Nasi kapau lebih kental dan pekat aja sih. Emang kerasanya lebih nikmat juga pas makan tuh,” kata Ica, salah satu pengunjung nasi kapau.

Bakso aci yang menggoda

Selain nasi kapau, salah satu yang menarik perhatian adalah booth Bakso Aci Juara.

Bakso aci adalah jajanan khas Garut yang terdiri dari bakso aci dan beberapa topping seperti tahu, ceker ayam dan pilus.

Populernya bakso aci ini juga semakin seru ketika diadakan lomba makan pedas yang mengharuskan para pesertanya memakan bakso aci.

Panitia menyediakan dua mangkok Bakso Aci Juara yang diberi level pedas tinggi, ditambah cabai ekstra yang berhasil bikin peserta bercucur keringat.

Salah satu pengunjung boot bakso aci, Widya, mengungkapkan sengaja menyempatkan diri untuk menikmati kuliner tersebut.

“Ini lagi hujan juga sih, makanya pas kesini nyari yang panas dan berkuah kebetulan banget ada bakso aci. Suka karena ada banyak isinya, ada ceker juga,” kata Widya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here