Aplikasi YouTube Music Kini Didukung Siri

0
1932
Aplikasi YouTube Music Kini Didukung Siri

Jakarta: Google kian menggencarkan upayanya untuk dapat bersaing di ranah streaming musik yang kian memanas dalam dua tahun terakhir. Upaya ini diwujudkannya melalui YouTube Music, yang kini dijadikan Google sebagai pesaing serius untuk Spotify dan Apple Music.

YouTube Music baru-baru ini menggantikan Google Play Music sebagai platform streaming audio bawaan di perangkat bersistem operasi Android 9 dan Android 10. Selain itu, YouTube Music juga menerima upgrade fitur baru penting secara lebih cepat dari sebelumnya.

Versi terbaru aplikasi YouTube Music untuk perangkat iOS kini didukung Siri, serupa Spotify, sebab Apple kini telah lebih terbuka menyambut layanan lain untuk terintegrasi dengan asisten virtual karyanya sehingga menghadirkan lebih banyak pilihan untuk pengguna.

Dukungan Siri ini memungkinkan pengguna menggantikan Apple Music sebagai medium pencari musik kesukaan di iPhone melalui perintah suara. Setelah memasang YouTube Music 3.39, pengguna akan dapat menggunakan perintah suara untuk menjangkau lagu, album, dan daftar putar kesukaan di iPhone dan CarPlay.

Selain perubahan besar ini, Google menyebut juga telah mempersiapkan perubahan kecil lainnya di aplikasi versi 3.39, termasuk perbaikan bus, peningkatan performa dan perubahan dalam hal antarmuka pengguna guna mendukung pengalaman penggunaan lebih baik.

Sementara itu laporan lain menyebut bahwa aplikasi desktop YouTube Music masih dalam proses penguliran. Google dilaporkan mengembangkan Progressive Web App (PWA) sebagai jalan pintas untuk pengalaman desktop yang tersedia dengan mengakses music.youtube.com di peramban.

Dengan PWA, pengguna dapat mengklik ikon di desktop Windows dan macOS, dan meluncurkan layanan streaming yang didukung fitur standar, serta shortcut keyboard mendukung pemutaran cepat, pause, dan melewati konten.

Sebelumnya, Google memperkenalkan dukungan teknologi BERT pada Search, berkemampuan memahami kata saat dihubungkan dengan kata lain dalam satu kalimat atau secara kontekstual, bukan sekadar hanya menampilkan hasil pencarian berdasarkan masing-masing kata kunci.

Kemampuan tersebut membantu Google Search dalam menyajikan hasil pencarian relevan dalam bahasa yang ditawarkan. Namun saat ini, sistem BERT baru diterapkan pada bahasa Inggris, yang dinilai sebagai salah satu bahasa yang sulit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here