Angin Kencang di Magelang

0
2201
Angin Kencang di Magelang

MAGELANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-musibah angin kencang yang terjadi 20 hingga 21 Oktober 2019 lalu.

Musibah ini menyebabkan banyak rumah warga rusak hingga pohon tumbang menutup akses jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, angin kencang meluas hingga 7 kecamatan meliputi Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun. Ratusan warga terpaksa mengungsi di lokasi lebih aman.

Bupati Megelang Zaenal Arifin menjelaskan, status darurat bencana diputuskan agar dampak bencana segera bisa ditangani dan menentukan langkah strategis selanjutnya.

Tanggap darurat berlaku selama 14 hari ke depan.

“Status darurat itu harus kita tetapkan agar kita segera bisa menangani bencana ini dengan cepat. Dengan status darurat ini, secara regulasi kita bisa melakukan langkah-langkah yang strategis,” kata, Zaenal di sela-sela meninjau para korban bencana di tempat pengungsian Pogalan, Kecamatan Pakis, Senin (21/10/2019) malam.

Hingga Senin malam, jumlah pengungsi korban angin kencang mencapai 853 KK atau 2.682 jiwa.

Mereka mengungsi di Balai Desa Ketundan dan masjid-masjid di Kecamatan Pakis.

Lalu sekitar 94 jiwa tercatat telah mengungsi di Balai Desa Pogalan dan di titik-titik lainnya.

Rumah mereka rusak akibat diterjang angin.

“Kami sangat prihatin terjadinya bencana ini. Kami juga sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kesigapan para personel baik TNI, POLRI, dan para relawan yang telah membantu proses assasment dan evakuasi warga,” ungkap Zaenal.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan, fenomena angin kencang memang kerap terjadi terutama di masa-masa perubahan musim.

Namun angin kali ini berbeda karena terjadi berlangsung lama. Pihaknya sedang berkonsultasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Biasanya angin puting beliung ini hanya berlangsung sebentar saja, terutama di masa-masa perubahan musim. Tetapi anehnya ini terjadi selama dua hari belakangan ini. Maka sedang kami konsultasikan dengan BMKG,” terang, Edi.

Edi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, sambil menunggu arahan para petugas di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here