3 Perahu Zaman Kolonial Belanda Ditemukan dari Dasar Sungai Bengawan Solo

0
1478
3 Perahu Zaman Kolonial Belanda Ditemukan dari Dasar Sungai Bengawan Solo

LAMONGAN, KOMPAS.com – Masih ingat dengan temuan tiga perahu yang diduga sebagai peninggalan zaman kolonial Belanda yang ditemukan warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur, di dasar aliran Bengawan Solo?

Mulai Jumat (1/11/2019), ketiga perahu tersebut diupayakan untuk dapat diangkat dari dasar Bengawan Solo oleh tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan dibantu dan didampingi oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan.
–– ADVERTISEMENT ––

“Mulai hari ini akan kami upayakan untuk bisa diangkat ke permukaan, dengan harapan nantinya dapat diteliti dan dipelajari lebih lanjut mengenai benda yang termasuk dalam cagar budaya ini,” ujar arkeolog dari BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Jumat.

Sementara, Kepala Seksi Perlindungan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Adi Kusno menambahkan, pihaknya dengan dibantu oleh relawan dan warga desa setempat akan mengupayakan proses pengangkatan perahu dengan sangat hati-hati.

Sehingga nantinya tidak ada kerusakan berarti yang akan dialami oleh ketiga perahu saat diangkat ke permukaan.

“Untuk itu kami persiapkan dulu untuk membendung area di sekitar lokasi perahu ditemukan, agar airnya bisa dikuras keluar. Ini penting, supaya proses identifikasi arkeologinya bisa jalan dengan baik,” tutur Adi.

Menurut Adi, pihaknya menargetkan proses evakuasi atau pengangkatan ketiga perahu dari dasar Bengawan Solo dapat berlangsung sesuai rencana selama lima hari, terhitung mulai hari ni.

Selain memasang karung berisi pasir dan pasak bambu di sekeliling lokasi, mereka juga menyiapkan pompa yang nantinya berfungsi sebagai alat penyedot dan menguras air di dalam lokasi tersebut.

“Setelah air berhasil kami kuras, baru kemudian nanti tim dari BPCB akan melihat dan mengidentifikasi temuan (ketiga perahu) ini,” ucap dia.

Adapun Kepala Disbudpar Lamongan, Ismunawan menuturkan, sudah menjalin koordinasi dan sekaligus meminta izin kepada pihak-pihak pemangku kebijakan, terkait upaya pengangkatan ketiga perahu dari dasar Bengawan Solo.

“Memang harus dilakukan secepatnya, mumpung debit air Bengawan Solo menyusut banyak tahun ini. Kami juga sudah berkoordinasi dan memberitahu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait hal ini (pengangkatan perahu),” kata Ismunawan.

Sebelumnya, warga Desa Mertani sudah mengupayakan untuk coba mengangkat ketiga perahu dari dasar Bengawan Solo secara manual.

Namun, usaha tersebut gagal menemui hasil, karena perahu tertutup lumpur dan cukup berat jika harus dilakukan dengan cara manual.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here