17 Makanan Peninggalan Belanda

0
1806
17 Makanan Peninggalan Belanda

TRIBUNTRAVEL.COM – Makanan Indonesia tak semuanya berasal dari Tanah Air.

Ada beberapa makanan yang terinspirasi dari makanan dari negara lain.

Beberapa di antaranya ada makanan peninggalan Belanda yang telah menjajah Indonesia selama 3,5 abad.

Bahkan berbagai penganan asli Belanda itu masih bertahan dan populer hingga saat ini.

Bahkan penamaan yang diberikan pun mirip dengan aslinya.

Berikut 17 kuliner peninggalan Belanda yang hingga kini masih populer di Indonesia.

1. Selat Solo

Selat Solo dikenal sebagai kuliner peningalan Belanda sekaligus sebagai makanan ningrat Keraton Solo.

Dari tampilannya saja, sudah nampak kuliner khas Solo merupakan variasi lokal bistik Eropa.

Bistik daging atau lidah sapi yang merupakan bahan pokok, kini sudah dimodifikasi dengan topping keripik kentang dan saus yang lebih encer, manis, dan kaya rempah-rempah.

Berbeda dengan saus bistik Belanda yang berbasis kaldu dan lebih kental.

Penambahan sayuran rebus sebagai pengganti kentang tumbuk merupakan alasan hidangan ini diberi nama selat atau salada.

2. Semur

Menurut The Javanese, istilah semur berasal dari bahasa Belanda, yaitu smoor yang berarti rebusan.

Di Belanda, smoor merupakan olahan daging yang direbus bersama tomat dan bawang dalam waktu lama.

Sementara di Indonesia, smoor berkembang dari bahan dasar daging sapi yang direbus bersama tomat dan bawang menjadi masakan kaya bumbu dengan berbagai bahan dasar.

3. Sop Brenebon

Sop brenebon merupakan sup berbahan kacang merah yang cukup populer di daerah-daerah timur Indonesia.

Menurut pakar kuliner Hindia Belanda, Jeff Keasberry, makanan ini diadaptasi dari bruine bonensoep asal Belanda.

Sop brenebon memiliki kuah bening, sedangkan bruine bonensoep berkuah kental karena dicampur dengan krim.

4. Sop Senerek

Sop senerek atau sup kacang merah berasal dari Belanda.

Di Magelang, cukup banyak dijumpai warung-warung yang menyajikan sup senerek.

Seporsi nasi sop senerek berisi nasi dan sup kacang merah lengkap dengan daging sapi atau ayam, wortel, kentang, bayam rebus, dan taburan bawang goreng.

Di negara asalnya, sup swnerek disebut ertwensoep atau snert yang berarti kacang polong.

Sup ini biasanya berisi kacang polong, daging asap, kuah kaldu, serta sayuran seperti wortel, bawang bombay, kentang, dan seledri.

Sop snert ini biasanya berkuah kental.

5. Perkedel

Beberapa daerah menyebut penganan ini dengan begedel.

Perkedel merupakan gorengan khas Indonesia yang terbuat dari berbagai macam bahan.

Tak hanya kentang tumbuk, perkedel bisa dibuat dari tahu, ikan, jagung, dan bahan lainnya.

Di Belanda, perkedel terbuat dari kentang dan daging disebut frikadeller.

Pada dasarnya, Belanda juga mengadaptasi olahan gorengan daging cincang asal Denmark.

6. Kroket

Kroket merupakan olahan daging berbalut tepung panir yang bisa ditemui hampir di semua negara.

Di Belanda, kroket merupakan sejenis gorengan berbentuk lonjong dengan isian ragout, berlapis tepung panir, dan digoreng hingga kecokelatan.

Kroket seperti inilah yang diadaptasi kuliner Indonesia.

Cita rasa Indonesia juga memengaruhi kroket Belanda.

Bisa dilihat dari sate kroket, kroket isi ragout bumbu sate yang populer sebagai jajanan pinggir jalan di Belanda hingga saat ini.

7. Klappertaart

Klappertaart merupakan hidangan penutup yang muncul pada masa penjajahan Belanda.

Tart kelapa ini merupakan kuliner khas dari Manado, Sulawesi Selatan yang terbuat dari terigu, susu, santan, gula, mentega, dan daging buah kelapa.

8. Kue cubit

Siapa sangka, kue cubit yang masih bersaudara dengan pukis ini juga berakar dari kuliner Belanda.

Kemungkinan besar, kue cubit merupakan adaptasi lokal dari poffertjes, panekuk mini khas Belanda.

Sama seperti di Indonesia, di Belanda, poffertjes populer sebagai jajanan pinggir jalan, terutama saat musim panas.

Bahan-bahan dan cara pembuatannya pun relatif sama.

9. Kastengel

Kastengel atau kaasstengels merupakan stik keju.

Kue keju yang satu ini hadir di meja tamu saat Lebaran.

Kastengel merupakan kue kering yang dibawa penjajah Belanda karena merupakan satu di antara hapjes atau snack yang cukup populer.

10. Lapis Legit

Lapis legit merupakan satu penganan manis yang biasa tampil dalam rijsttafel, jamuan gaya kolonial.

Kue ini mirip dengan kue lapis Eropa, namun dengan tambahan rempah-rempah khas Asia Tenggara.

Pada masa itu, lapis legit disebut spekkoek alias spekuk.

Pembuatan lapis legit terinspirasi dari kue Belanda dengan bahan lokal asli Indonesia.

Kue lapis legit dibuat dari berbagai macam rempah-rempah yang sangat disukai oleh orang Eropa di antaranya kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.

11. Dadar Gulung

Kue-kue berbahan margarin, susu, keju, dan makaroni merupakan kuliner yang mendapat pengaruh dari Belanda.

Satu di antaranya kue dadar gulung.

Dadar gulung terbuat dari adonan tepung dengan isian parutan kelapa dan gula Jawa cair.

Biasanya, kulit dadar gulung berwarna hijau karena diberi pewarna daun suji.

12. Roti Buaya

Roti buaya, roti manis khas Betawi ini juga merupakan kuliner yang mendapat pengaruh dari Belanda.

Seperti namanya, roti ini berbentuk buaya.

Roti buaya merupakan makanan yang wajib hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.

Roti simbol kesetiaan dalam pernikahan ini terbuat dari adonan tepung terigu, telur, mentega, dan ragi.

Warga Betawi percaya, buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya

13. Macaroni Schotel

Selain kue berbahan margarin, susu dan keju adalah kuliner yang mendapat pengaruh dari Belanda.

Kue berbahan dasar makaroni juga merupakan hidangan peninggalan.

Meski bukan hidangan asli Indonesia, namun macaroni schotel telah ada sejak dikuasai Belanda.

Olahan ini terbuat dari telur, susu, keju, dan daging.

Kudapan satu ini pas sekali dijadikan menu utama saat brunch.

14. Ganjel Rel

Roti ganjel rel adalah roti khas Semarang yang disebut kue gambang.

Disebut ganjel rel, karena selain teksturnya yang bantat, bentuknya seperti ganjel atau bantalan rel.

Bertekstur agak alot, namun sangat baik bagi pencernaan.

Roti ganjel rel berbentuk kotak, berwarna cokelat bertabur wijen, dan didominasi kayu manis.

Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma cokelat dan kayu manis yang nendang di lidah.

Karena teksturnya yang ulet, makan dua potong saja sudah cukup mengenyangkan di perut

Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, masih asli dari zaman Belanda.

15. Onbijtkoek

Dalam bahasa Belanda, onbijt artinya sarapan.

Bagi sebagian orang yang tidak ingin makan berat di pagi hari, biasanya hanya menyantap onbijtkoek atau breakfast cake alias kue bolu.

Kue bolu dengan bahan dasar gandum hitam ini kaya akan rempah.

Dulu, orang suka mengoleskan mentega di atas potongannya untuk menyeimbangkan rasa manis.

Ditemani dengan secangkir kopi atau susu hangat, menyantap bolu hitam pastinya sangat nikmat.

16. Spiku

Spiku merupakan kue lapis Surabaya peninggalan zaman Belanda.

Mulanya, kue satu ini hanya dikonsumsi oleh bangsa Belanda.

Setelah merdeka sampai sekarang, kue spiku banyak dikonsumsi oleh seluruh kalangan.

Spiku berasal dari kata spekkoek yang dalam bahasa Belanda berarti kue lapis legit.

Sekilas tampilan kue satu ini mirip dengan kue lapis, namun sebenarnya untuk masalah rasa jelas sangatlah berbeda.

Kue lapis legit yang ada saat ini merupakan modifikasi dari kue spekuk asli atau biasa disebut spiku kuno.

Kue ini lebih banyak beredar di Surabaya sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai lapis Surabaya atau lapsur.

17. Kue Telur

Kue telur masih mempertahankan cita rasa autentik khas Belanda.

Memiliki tekstur garing di luar dan lembut di dalam, kue telur dibuat dari tepung tapioka, gula, susu, serta telur.

Semua bahan dicampur menjadi satu hingga menjadi adonan yang pas sempurna.

Kemudian kue telur dicetak berbentuk bulat-bulat seperti telur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here